Era baru di Ngori ( 25 Pebruari 2010 )

Maret 4, 2010

Tes untuk pengisian jabatan kamituwo di Dusun Ngori dilaksanakan. Jam 08 seperempat mulai dilaksanakan pemilihan soal yang dilanjutkan dengan pembuatan soal. Jumlah soal dibuat terbatas dan sangat rahasia untuk menjaga kesterilan pelaksanaan ujian. Rekanan LSM dan tomas sebagai ujung tombak kebersihan soal tes. Lima soal berhasil dibuat sampai pukul 13 seperempat. Sekitar pukul 14 atau mungkin setengah tiga, dimulai tahapan koreksi. Dari hasil koreksi diperoleh ranking pertama denan nilai terbanyak sodara SUGIANTO putrane Mbah BAKIR mantune Mbah DAWUD. Dengan melihat tata laksana tes pengisian kamituwo bisa dikatakan bahwa pelaksanaan sangat memuaskan jauh dari sistem perekrutan CPNS yang terjadi di Negeri ini. Tidak ada Sistem Koneksi ataupun Sistem Family, tidak ada sistem sogok ataupun sistem sodok. Harapan kedepan putra mbah Bendhul menginginkan apa yang kita kerjakan dan kita canangkan bersama ini bisa dijadikan contoh bagi penggedhe-penggedhe di NEGERI ini.

” AJINING DHIRI SAKA LATHI, AJINING RAGA SAKA BUSANA ” tetap tidak akan berubah menjadi ” AJINING DHIRI SAKA LATHI, AJINING RAGA SAKA ARTA ”.

Iklan

Pemerintahan di Dusun Ngori di rombak habis ( rehab total )

Maret 4, 2010

© slogan kereaktipe

Dengan lengsernya kamituwo Lamiran yang tersandung kasus kriminalitas (memanjangkan tangannya), mau tidak mau pemerintahan desa harus ikut campur. Langkah pun segera diambil. Langkah pertama menunjuk pejabat sementara untuk menggantikan tugas-tugas kekamituwoan, maka ditunjuk mbah Bayan Wage. Langkah selanjutnya yang harus dilaksanakan yakni segera membentuk kamituwo yang baru. Para Tomas dan “TOGE” segera dikumpulkan dalam rangka sosialisasi pemecatan kamituwo Lamiran secara ndak hormat. Suara masyarakat segera menggema, memang Ngori lain daripada yang lain. Hamper sebagian besar menyuarakan untuk proses demokrasi lepas dari tindak ndak sehat yang mungkin biasa dilakukan di wilayah lain dan waktu yang lain. Gema “GANYANG MARKUS” sangat terpatri di hati kami para putra mbah Bendhul. Tanggal 21 Januari 2010, panitia pengisian jabatan kamituwo Ngori di bentuk. Dengan mbah Dir sebagai komendan, kita tunggu hasil kerja panitia bisa tidak bekerja sesuai dengan harapan para perintis kemerdekaan. Atau masih suka nyokot wargane, masih suka banca’an duwite masyarakate.


“ seabad kebangkitan Nasional “

Maret 4, 2010

( berdasarkan pengajian social di pondok bang Kumis )

©slogan kereaktipe

Kebangkitan Nasional yang didengungkan Dr. Soetomo dkk, hampir menginjak usia yang ke seratus satu.

What is the meaning of Kebangkitan ?

Kebangkitan berasal dari kata bangkit yang berarti bangun.

Opo kuwi Nasional ?

Nasional bisa diartikan negara.

Sehingga dapatditarik kesimpulan bahwa kebangkitan nasional boleh diartikan sebagai tindakan yang identik menuju kearah pembangunan secara bersama dan menyeluruh.

Baca entri selengkapnya »


Bertanam Jamur Merang

Oktober 15, 2009

Bahan :

* Bangunan rumah ukuran 4 x 6 x 3 m
* Jerami/batang kedelai kering secukupnya
* Bambu secukupnya
* Kapur sirih
* Kapuk/kapas sintetis
* Drum dan pipa
* Bibit jamur merang

Cara mengolah lahan dan menanam :

Baca entri selengkapnya »


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

September 20, 2009

Taqobalallohu Minna wa Minkum, Taqobalallohu ya karim,

seluruh crew ngori news online, mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1430 H. mohon maaf atas segala kesalahan yang terjadi, baik yang disengaja maupun yang tanpa sengaja.


Belajar matematika dengan Jarimatika

Agustus 28, 2009

setelah cara berhitung dari manual pake corat coret pake kertas, dan terus berkembang dengan kalkulator dan sebagainya. kemudian menjadi menggunakan sempoa (mungkin karena dengan kalkulator, otak menjadi bodoh dan malas berpikir). dikemudian hari banyak metode-metode yang semakin dikembangkan agar cara berhitung lebih mudah namun tanpa membodohkan dan membuat otak malas. salah satunya adalah dengan menggunakan metode JARIMATIKA, dimana hitung menghitung tak perlu lagi menggunakan alat. cukup dengan jari tangan saja….tertarik?

download saja di sini


Pengelolaan Sawah Tadah Hujan

Agustus 28, 2009

Lahan sawah tadah hujan (STH) negeri ini dengan luasan 2,1 juta ha dapat menjadi lumbung padi kedua nasional setelah lahan sawah irigasi. Namun, produktivitas lahan tersebut masih rendah, yaitu, sekitar 3-3,5 ton/ha. Alternatif strategi untuk memperbaiki produktivitas di lahan STH adalah melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Tadah Hujan. Potensi STH di Indonesia cukup luas tersebar di propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan NTB. Lahan sawah tadah hujan, pasokan airnya hanya tergantung dari curah hujan dan letak topografinya. Varietas unggul baru, seperti, Ciherang, Cibogo, Cigeulis, Way Apo Buru, Mekongga, dan Widas hampir semuanya cocok ditanam pada lahan sawah tadah hujan.

Baca entri selengkapnya »