Optimisme Kaum Pinggiran

( kecheng )

Menjadi orang pinggiran dan terpinggirkan itu memang gak enak kok… soale kalo ada yang enak-enak datang pasti dapatnya belakangan, tapi giliran bencana malah jadi orang nomor satu yang merasakan pedihnya penderitaan.(weleh-weleh, puitis banget ya…) abst.jpgambil aja contoh orang-orang yang di pinggiran kota, giliran dapat pembangunan fasilitas ya belakangan aja dapetnya, tapi begitu masalah penggusuran dan banjir biasanya ya kaum pinggiran yang langsung membusungkan dada mengembangkan senyuman menyambut airmata kedukaan.. -(

tapi kalo terus menerus jadi kaum pinggiran dan terpinggirkan, dan terus menerus pula meratapi keadaan, kapan hidup akan indah dirasakan? paling nggak ya biar tetep dipinggiran tapi senyum kedamaian tetap terkembang. gimana bisa? bisa saja bung..

yang pertama, jangan anggap bencana sebagai bencana, tetapi anggaplah sebagai ujian dari Allah yang kalo kita melewatinya dengan bagus tanpa harus ikut-ikutan jadi penindas yang lebih lemah, kita akan dapat “rewards” yang lebih dari Dia.

yang kedua, optimislah dan dan gak usah su’udzhon (buruk sangka) tapi khusnudhzhon (baik sangka) terhadap segala sesuatu yang kita terima. kalo karyawan gak naik-naik gaji, ya berarti menurut perusahaan kita dinilai sudah kaya dan karyawan yang lai itu miskin papa, jadi merekalah yang perlu dana lebih banyak.

cukup dua poin itu aja dan gak usah ngoyo menghalalkan segala cara, bisa-bisa malah nyakitin hati teman kerja malah dapat dosa, kalo dosa tempatnya dineraka, neraka itu panas membara dan bahan bakarnya manusia. manusia yang seperti gimana? ya…ya…ya yang seperti itu..he..he..he.. -)

habis itu tinggal nunggu waktu aja, toh yang tua nanti juga mati sendiri, dan yang muda yang ngganti. cuma masalah waktu aja kan? gitu aja kok repot… nanti lha kalo yang ngganti juga masih diskriminator gimana? ya tunggu aja lagi, kalo gak betah ya silahkan angkat kaki. kalo gak mau angkat kaki ya berjuang bersama-sama sambil mengusung slogan, INI REVOLUSI BUNG!!!!

salam damai

Komentar ditutup.