Nikmat yang manakah yang telah engkau dustakan?

( kecheng )

sudah hampir satu minggu banjir di kota bojonegoro, kotaku tercinta. Jalan-jalan utama hingga rumah-rumah terendam air sampai setinggi perut orang dewasa. Bahkan rumah-rumah yang berada di dalam area tanggul banyak yang hanya tinggal keliatan atapnya saja.senin18.jpg Rumah dan bangunan yang dulu dengan kokoh dan angkuh berdiri, kini hanya menjadi seonggok kayu dan tembok yang kedinginan dan tak mampu mengelak dari kegelapan malam. Tak kalah ramainya, tiap-tiap individu mencari akar masalah mengapa air sampai bisa meluap memenuhi kota, mengapa tanggul jebol, mengapa waduk mesti dibuka, siapa yang menggunduli hutan…dan sederet saling tuding lainnya.

Mengapa kita tidak menginstropeksi diri? Melihat kedalam diri kita sendiri, kesalahan apakah yang telah kita lakukan hingga Allah menimpakan ujian ini pada kita. Apa dosa yang telah kita kerjakan, baik dosa-dosa pribadi maupun dosa berjamaah sekabupaten atau malah seindonesia?

Mari kita kenang kembali saat-saat kemarin sebelum banjir tiba…

Wanita-wanita tanpa hijab, dengan pakaian yang ketat dan terbuka berlalu lalang didepan kita. Botol-botol minuman keras terpajang rapi menunggu pembeli. Riba menunggu para pencari nikmat duniawi. Zinapun berlalu tanpa malu dijalan-jalan raya.

Naudzubillahi min dzalik…….

Sudahkah kita menyadari itu semua? Jikapun kita tidak melakukannya, sudahkah kita mengingatkan mereka dengan segala kemampuan kita, dengan lisan kita, ataupun sekedar mengingkarinya dalam hati kita? Marilah kita bermuhasabah/instropeksi diri dan menata diri agar menjadi lebih baik di mata Allah, seraya beristighfar memohon ampunan-Nya.

Bagi saudara-saudaraku yang tertimpa musibah ini, marilah kita kembalikan semuanya kepada Allah. Tak usah kita mencari-cari kesalahan dan saling tuding, seperti sabda Rasulullah salallahu alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah

barangsiapa merasa lapar atau menderita kerusakan, lalu menyembunyikannya dari manusia dan membeberkannya kepada Allah, maka hak atas Allah untuk membukakan baginya makanan (kebutuhan) selama setahun dari sesuatu yang halal” (HR. Ath-Thabrani)

sedang untuk saudara-saudaraku yang terlepas dari bencana ini, mari kita Bantu mereka yang tak mampu menghindar dari bencana ini sesuai dengan kemampuan kita.

Semoga Allah lekas menjauhkan ujian ini dari kita semua, amin.

Komentar ditutup.