tentang tujuh belasan (17 agustus maksudnya…)

September 27, 2008

 

( joe zack )

perayaan 17an di Ngori kemaren berlangsung meriah,setelah melalui sebuah usaha yang cukup melelahkan,akhirnya anak-anak Ngori junior meneruskan tradisinya untuk tetap memeriahkan hari kemerdekaan kita ini Untuk pertama kalina anak-anak Ngori ikut serta dalam acara sepeda hias,rombongan yang dimotori oleh saudara Wadi Gondrong berhasil menggegerkan sebagian besar penonton maupun peserta yang lain. Maklum,dengan anggaran yang minimalis sekali,cukup duit 20ribu rupiah saja,Wadi dkk sudah berhasil menghias sepeda peserta rombongan yang berjumlah 9 dengan penuh warna warni dan coretan-coretan yang membangun,lho kok bisa?,,ya bisa karena bertemakan hari penderitaan rakyat,maka sepeda para peserta diberi tulisan-tulisan layaknya sebuah aksi damai menuntut penghidupan yang layak bagi kaum terpinggirkan,,dari survei kami,meskipun nggak dapet juara tapi mereka layak dapet jempol 5 lo,, Untuk gerak jalan,sesuai dengan tradisi yang ada,maka anak-anak pun berkostum minimalis dengan aksi yang atraktif. Ya,kali ini mereka menggunakan daun kelapa yang dirangkai menjadi sebuah rok layaknya orang Papua dengan badan telanjang dan wajah belepotan,sudah dapat dipastikan mereka dapat aplaus dari para penonton yang hadir. Trus taun depan kira-kira pake apa lagi ya?


Imperialisme Modern di Ngori ………………………… ????

September 25, 2008

 

( ©slogan kereaktipe )

( Ada pertanyaan tidak harus ada jawaban …….. )

Banyaknya Imigran yang masuk dan tinggal di Ngori memang sangat berdampak baik hal-hal yang positif ataupun yang negatif.
Dampak positif terlihat dengan jelas dilihat dari :
Sosial dan Budaya, dalam artian secara tidak disengaja keanekaragaman budaya yang ada semakin bertambah dan secara tidak disengaja pula mengubah karakteristik alami ( sejati ) dari para “ Putra Mbah Bendhul “ ( orang pandai menyebutnya modernisasi ).
Sosial Ekonomi, Imigran yang masuk ke tanah Mbah Bendhul sebagian besar tingkat ekonomi dan pendidikannya lebih mantap. Hal tersebut mengakibatkan Ngori semakin maju menuju dalam bentuk “ NGORI CITY “ ideal, yang sarat dengan kesenjangan dan keberbedaan.
Sarana Fisik, pengaruh positif yang lain yaitu dari hasil pemikiran para imigran yang peduli pribumi ternyata bisa menimbulkan ide-ide yang lebih kreatif dan inovatif dalam pembangunan.

Baca entri selengkapnya »