Pengelolaan Sawah Tadah Hujan

Lahan sawah tadah hujan (STH) negeri ini dengan luasan 2,1 juta ha dapat menjadi lumbung padi kedua nasional setelah lahan sawah irigasi. Namun, produktivitas lahan tersebut masih rendah, yaitu, sekitar 3-3,5 ton/ha. Alternatif strategi untuk memperbaiki produktivitas di lahan STH adalah melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Tadah Hujan. Potensi STH di Indonesia cukup luas tersebar di propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan NTB. Lahan sawah tadah hujan, pasokan airnya hanya tergantung dari curah hujan dan letak topografinya. Varietas unggul baru, seperti, Ciherang, Cibogo, Cigeulis, Way Apo Buru, Mekongga, dan Widas hampir semuanya cocok ditanam pada lahan sawah tadah hujan.

Penanaman varietas tersebut dengan menerapkan model PTT, mempunyai peluang yang baik untuk menunjang peningkatan produksi padi secara nasional. Andaikan peningkatan hasil hanya mencapai 1 ton/ha saja, maka luasan 2,1 juta STH dapat menghasilkan 2 juta ton. Padahal potensi hasil pada STH bila menggunakan PTT dapat meningkat 2-4 ton/ha. Berdasarkan pengalaman penerapan model PTT padi sawah tadah hujan pada tingkat penelitian, meningkat 37%. Pada skala pengkajian meningkat 27% dan pada tingkat petani meningkat 16 %. Disamping itu hasil penelitian demplot model PTT padi sawah tadah hujan MH 2005/2006 di Sumedang dan Pati, masing-masing mencapai 6,08 t/ha dan 6,16 t/ha GKG. Bila anda memiliki lahan sawah tadah hujan, silahkan anda men-download . File ini menceritakan tentang potensi lahan sawah tadah hujan, pendekatan model PTT padi lahan sawah tadah hujan, tahapan pelaksanaan PTT sawah tadah hujan yang biasanya cocok ditanami dengan padi gogo rancah, dan teknologi bubidaya padi gogo rancah dengan pendekatan PTT.

untuk mendownload, tinggal klik kanan dan save as.

sawah tadah hujan 1

sawah tadah hujan 2

sawah tadah hujan 3

sawah tadah hujan 4

sawah tadah hujan 5

sawah tadah hujan 6

Komentar ditutup.