“ seabad kebangkitan Nasional “

( berdasarkan pengajian social di pondok bang Kumis )

©slogan kereaktipe

Kebangkitan Nasional yang didengungkan Dr. Soetomo dkk, hampir menginjak usia yang ke seratus satu.

What is the meaning of Kebangkitan ?

Kebangkitan berasal dari kata bangkit yang berarti bangun.

Opo kuwi Nasional ?

Nasional bisa diartikan negara.

Sehingga dapatditarik kesimpulan bahwa kebangkitan nasional boleh diartikan sebagai tindakan yang identik menuju kearah pembangunan secara bersama dan menyeluruh.

Pada hakekatnya kebangkitan nasional tidak bisa diartikan hanya bangkit melawan kolonialisme dan imperialisme “ WONG LONDO “, akan tetapi kebangkitan yang menyeluruh di semua bidang baik pembangunan fisik ataupun pembangunan manusianya. Jika dilihat dari matanya penulis ternyata kebangkitan nasional yang sudah disuarakan selama seabad lamanya ( nganti garing gorokane ) belum bisa dinikmati. ( Penulis membandingkan hasil dengan waktu ).

Dalam lingkup kecil “ NGORI “ kebangkitan nasional ( mengutamakan kepentingan umum ) ternyata belum terlihat. Sebagai contoh sikap yang gontok-gontokan, pengin benere dhewe, merupakan karakteristik umum yang tidak bisa ditutup-tutupi. Hal ini terlihat di semua segi kehidupan, agama, politik, semua tercakup di dalamnya.

Mungkin ini terjadi karena kurang pemahaman dari manusia Indonesia tentang makna yang tersirat dari kebangkitan nasional, atau ketidak ingin tahuannya mengenai kebangkitan nasional.

Kata bijak Chairil Anwar memang ada benarnya, jika ingin hidup seribu tahun. Mungkin beliau ingin merasakan dan melihat hasil jerih payah pejuang.

Atau Ebiet G. Ade yang menyuruh menanyakan pada rumput yang bergoyang ini menandakan bahwa pertanyaan ini tidak MUNGKIN ada jawabannya. ( yo wis ngene enekeee… )

Beberapa tentang Kebangkitan Nasional dari Peserta Pengajian ……..

Wadi Al Gondrong :

“ Bangkit-bangkit opo wong jute jek ngene “

Joezhax :

“ Wis semene suwene jute gak bangkit-bangkit leh…….. “

Momzidh Al Bini :

“ Tanggal piro ae aku gak roh, mboh bangkit mboh gak …… “

Ini merupakan bukti nyata dari sebagian rakyat Indonesia yang merasa frutrasi, kesimpulan yang dapat di ambil yakni Kebangkitan Nasional Tidak memerlukan peringatan yang gedhen-gedhenan tetapi bukti nyata pembangunan.

( sepurane yang tersinggung, fakta yang bicara survei yang membuktikan ….. )

Komentar ditutup.