Pemerintahan di Dusun Ngori di rombak habis ( rehab total )

© slogan kereaktipe

Dengan lengsernya kamituwo Lamiran yang tersandung kasus kriminalitas (memanjangkan tangannya), mau tidak mau pemerintahan desa harus ikut campur. Langkah pun segera diambil. Langkah pertama menunjuk pejabat sementara untuk menggantikan tugas-tugas kekamituwoan, maka ditunjuk mbah Bayan Wage. Langkah selanjutnya yang harus dilaksanakan yakni segera membentuk kamituwo yang baru. Para Tomas dan “TOGE” segera dikumpulkan dalam rangka sosialisasi pemecatan kamituwo Lamiran secara ndak hormat. Suara masyarakat segera menggema, memang Ngori lain daripada yang lain. Hamper sebagian besar menyuarakan untuk proses demokrasi lepas dari tindak ndak sehat yang mungkin biasa dilakukan di wilayah lain dan waktu yang lain. Gema “GANYANG MARKUS” sangat terpatri di hati kami para putra mbah Bendhul. Tanggal 21 Januari 2010, panitia pengisian jabatan kamituwo Ngori di bentuk. Dengan mbah Dir sebagai komendan, kita tunggu hasil kerja panitia bisa tidak bekerja sesuai dengan harapan para perintis kemerdekaan. Atau masih suka nyokot wargane, masih suka banca’an duwite masyarakate.

Komentar ditutup.